Sunday, 10 April 2016

Ilmu hadits

Ilmu Hadis


Pengertian Hadis dan Ilmu Hadis

 Al-Hadis
 dari segi bahasa mengandung beberapa arti, arti kata hadis dalam kamus al-munawir di antaranya yang baru, perkataan,  pembicaraan, kabar, cerita dan percakapan. Secara terminologi Mahmud Ath-Thahan, sebagaimana dalam Abdul Majid Khon (2009: 2), mendefinisikan:
Sesuatu yang datang dari Nabi saw baik berupa perkataan atau  perbuatan dan atau persetujuan.
Abdul Majid Khon (2009: 3) mengatakan bahwa hadis merupakan sumber berita yang datang dari Nabi SAW dalam segala bentuk baik  berupa perkataan, perbuatan, maupun sikap pertujuan.

 Sebagian ulama ada yang memasukkan sifat, sejarah dan cita-cita  Nabi SAW pada definisi hadis (Khon, 2009: 4). Sifat ini meliputi sifat fisik maupun sifat perangai. Sehingga banyak ulama yang menyamakan hadis dengan sunah, walaupun sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Definisi sunah menurut ahli ushul fikih sebagaimana disampaikan Abdul Majid Khon (2009) adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari  Nabi SAW yang bukan Alquran baik berupa segala perkataan, perbuatan maupun pengakuan yang patut dijadikan dalil hukum
 syara’ 
. Para ulama hadis menyamakan hadis dengan sunah. Mereka mengatakan bahwa sunah adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi
SAW yang berhubungan dengan hukum sara‟, baik berupa perkataan,
 perbuatan maupun takrir beliau. Dengan pemahaman ini mereka mendefinisikan hadis atau sunah sebagai segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW selain Alquran al-Karim baik berupa perkataan,  perbuatan, maupun takrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi
hukum sara‟ (Suparta, 2002: 10).
 Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy perbedaan antara Hadis dan Sunah adalah bahwa Hadis konotasinya adalah segala peristiwa yang dinisbatkan kepada Nabi SAW walaupun hanya sekali saja beliau mengucapkannya atau mengerjakannya dan walaupun hanya diriwayatkan oleh hanya seorang saja. Sedangkan Sunah adalah sesuatu yang diucapkan atau dilaksanakan Nabi SAW terus menerus, dinukilkan dari masa ke masa dengan jalan
mutawatir
(Soetari, 1997: 7). Soetari (1997) menyampaikan perbedaan antara hadis dan sunah  bahwa hadis adalah berita tentang ucapan, perbuatan dan hal ihwal Nabi SAW, sedangkan sunah adalah jejak dan langkah Nabi SAW yang terbentuk melalui tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan Nabi SAW. Ilmu Hadis atau yang sering diistilahkan dalam bahasa Arab dengan
   Ulumul Hadis mengandung dua kata, yaitu „ ulum’ dan „ al- Hadis ‟. Kata „ ulum dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm , yang berarti ilmu-ilmu, sedangkan al-Hadis dari segi bahasa
mengandung beberapa arti, arti kata hadis dalam kamus al-munawir di antaranya yang baru, perkataan, pembicaraan, kabar, cerita dan  percakapan. Gabungan kata ulum dan al-Hadis ini melahirkan istilah yang selanjutnya dijadikan sebagai suatu disiplin ilmu, yaitu Ulumul Hadis yang memiliki pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan dengan Hadis Nabi SAW”.
 Menurut ulama mutaqaddimun
, ulumul hadis ialah: bisa diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang sunah Nabi SAW dalam hal sanad, matan, lafaz, dan makna dari segi makbul dan mardudnya, dan hal-hal yang berkaitan dengannya dari cara-cara  bagaimana hadis dibawa dan diriwayatkan, cara-cara bagaimana hadis diteliti dan ditulis, serta aturan periwayatan dan pencariannya.

Related Articles

0 comments:

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Followers